jump to navigation

PERPINDAHAN PENDUDUK SALAH SATU ASPEK TINGGINYA PENDERITA PENYAKIT JIWA 25 April 2010

Posted by gendro21 in tulisan ku.
trackback

Kependudukan merupakan suatu problema yang sangat signifikan di Indonesia ini, perpindahan penduduk dari desa ke kota semakin hari semakin meningkat, daerah tujuan perpindahan yang banyak di tuju oleh masyarakat desa adalah Jakarta, Bandung karena daerah ini merupakan daerah/kota tempat aktifitas perekonomian penting di Indonesia, maka dari itu tidak sedikit masyarakat desa khususnya dari daerah jawa tengah dan jawa timur mengadu nasib di kota tersebut, mereka berpikir bahwa jika mereka berada dan bekerja disana akan mudah mendapatkan uang, padahal jika di perhatikan dengan seksama mereka dating ke kota-kota besar tanpa keahlian yang khusus mereka hanya bermodalkan nekat dan fisik yang kuat untuk mengadu nasib disana, hal ini lah yang menyebabkan kepadatan penduduk di kota-kota tersebut.

Sebuah satsiun televisi memberitakan bahwa di Jakarta tingkat penyakit jiwa semakin bertambah, hingga mencapai 250 persen atau dalam arti lain 1 dari empat orang di Jakarta telah mengidap sakit jiwa, sakit jiwa disini bukah hanya gila atau kurang waras saja tapi ada hal lain juga yang dianggap sebagai penyakit jiwa yaitu, stress, narkoba dan alcohol, kecemasan yang sangat tinggi, depresi, dan masih banyak lagi. Mungkin hal ini disebabkan oleh peluang kerja di Jakarta yang semakin sedikit, kalah bersaing dengan orang lain yang lebih mempunyai keahlian tertentu. Maka akhir-akhir ini di Jakarta sering diadakan rajia yustisi untuk mengetahui manan warga Jakarta yang asli dan mana warga pendatang, yang apabila dalam rajia tersebut terjaring warga pendatang tanpa ada surat keterangan dari kelurahan dan kecamatan tempat asal dia untuk mencari kerja di Jakarta maka akan di beri waktu untuk di pulangkan ke tempat ataukampung asalnya. Bukan hanya para pendatang saja yang menjadikan Jakarta meerupakan daerah tepadat Kan tetapi pemukiman kumuh juga merupak salah satu aspek yang menjadikan Jakarta empat yang padat, maka pda saat ini pemkot DKI Jakarta menertibkan pemukiman liar dan kumuh untuk di jadikan taman kota atau dijadikan proyek kanal dalam mengatasi banjir, karena kebanyakan pemukiman kumuh terdapat di bantaran-bantaran sungai yang salah satunya menyebabkan kebanjihal.

Penyakit kejiwaan tejadi karena harapan tidak sesuai dengan kenyataan, mereka yang nekat berurbanisasi biasanya berpikiran sempit yaitu bahwa di kota akan lebih mudah mendapatkan uang dan pekerjaan di banding di desa, hal ini yang juga diperkuat oleh para pendahulu mereka yang peernah bahkan masih tinggal di Jakarta, dalam suatu perbandingan perekonomian pendapatan atau penghasilan perhari pemulung di Jakarta berkisar antara Rp. 25.000-30.000, ini sudah cukup untuk makan sehari-hari dibanding dengan bertani di desa penghasilanya tidak tentu, mereka hanya mendapatkan uang saat panen saja itu juga jika panenya berhasil, coba bayangkan apabila jika panenya tidak berhasil. Hal ini lah yang menyebabkan masyarakat desa ingin pindah ke kota, dengan harapan ingin menpunyai kehidupan yang layak dan berhasil jika tinggal disana, tapi ketika mereka sudah pindah kesana apa yang terjadi dan apa yang mereka inginkan tidak sesuai dengan apa yang mereka cita-citakan, bahwa kehidupan Jakarta itu keras, panas, padat oleh kendaraan, banyaknya premanisme, hidup individual, dan apa yang terjadi terhadap orang yang tidak kuat menahan kehidupan keras di Jakarta, mereka akan stress, kecemasan yang tinggi, depresi tidak mendapat perlakuanyang layak atau baik di lingkunganya.

Maka dari itu pemkot DKI Jakarta sering melakukan rajia yustisi dan minghimbau untuk tidak dating ke Jakarta, karena kehidupan Jakarta sangat keras dan sulit untuk mencari pekerjaan tanpa menmpunyai keahlian tertentu. Ironisnya lagi walaupun sudah banyak pendahulu mereka yang telah banyak menjadi korban kekejaman hidup di Jakarta ada saja orang-orang yang nekat pergi dan berurbanisasi kesana. Memang kemiskinan sangat sulit kita elakkan bahkan kita hapuskan, di Negara yang mulai berkemban ini masalah kemiskinan, masalah kepadatan penduduk menjadi salah satu keterpurukan kita di dunia internasional, walau bagaimanapun juga jalan keluar untuk memberantas bahkan mengurangi kepadatan penduduk, kemiskinan, pengangguran, dan perpindahan penduduk sangat sulit sekali di cari. Maka tidak ayal lagi dengan hal ini tingkat penderita sakit jiwa melonjak tinggi di daerah Jakarta, perlu kesadaran kita terutama pemerintah dalam menghadapi krisis social di Indonesia ini.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: